ALT_IMG

Budidaya Buah Naga

Tanaman ini dapat tumbuh didataran rendah, pada ketinggian 20-500 m diatas permukaan laut dengan kondisi tanah yang gembur,porous,Readmore...

ALT_IMG

Gagasan Program Pertanian

Indonesia sebuah negeri yang dikaruniai oleh Allah SWT dengan kekayaan alam yang sangat berlimpah. Tak terbayangkan kekayaan yang masih tersimpan di dalam bumi IndonesiaReadmore..

Alt img

OPTIMALISASI AMPAS TEKO (TEH-KOPI) SEBAGAI ALTERNATIF PEMENUHAN NUTRISI TANAMAN HIDROPONIK

Akhir-akhir ini lahan pertanian dan perkebunan mulai beralih fungsi menjadi kawasan industri, perumahan dan gedung-gedung sehingga lahan pertanian dan perkebunan menjadi berkurang. Salah satu cara untuk mempertahankan aktivitas budidaya pertanian yaitu dengan meenerapkan sistem pertanian berbasis hidroponik.Readmore...

ALT_IMG

Racun Pada Umbi

Walaupun singkong dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pada beberapa jenis singkong tertenu juga dapat menimbulkan keracunan, karena singkong mengandung senyawa yang berpotensi racunReadmore...

ALT_IMG

Mutasi dan Poliploidi

Mutasi merupakan perubahan genetik baik pada DNA maupun RNA pada urutan gen atau pada kromosom dan menyebabkan munculnya susunan genetik baru (alel) yang merupakan variasi baru dari spesiesReadmore...

Jumat, 10 Mei 2019

Taksonomi dan Morfologi Terong

0 komentar


Klasifikasi tanaman terong sebagai berikut :
            Kingdom         : Plantae (tumbuhan)
            Subkingdom    : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
            Super Divisi    : Spermatophyta (mengahsilkan biji)
            Divisi               : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
            Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
            Sub kelas         : Asteridae
            Ordo                : Solanales
Famili              : Solanaceae (suku terong-terongan)
Genus              : Solanum
Spesies            : Solanum melongena L

Morfologi tanaman terong sebagai berikut:

 Akar

Akar tanaman terong adalah akar tunggang yang dangkal, banyak cabang, dan memiliki buluh yang kasar.

Batang

Batang tanaman terong di bedakal menjadi dua macam, yaitu batang utama (batang primer) dan percabang (batang sekunder). Dalam perkemban perkembangan batang sekunder ini akan mempunyai percabangan baru. Batang utama merupakan penyangga berdirinya tanaman, sedang percabangan adalah bagian tanaman yang mengeluarkan bunga. Batang utama bentuknya persegi (angularis), sewaktu muda berwarna ungu kehijauan, setelah dewasa menjadi ungu kehitaman (Imdad, 2001). 

Daun

Daun terong terdiri atas tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Daun seperti ini lazim disebut daun bertangkai. Tangkai daun berbentuk slindris dengan sisi agak pipih dan menebal dibagian pangkal, panjang berkisar antara 5-8 cm. Helaian daun terdiri dari ibu tulang daun, terdiri  atas ibu tulang daun, tulang cabang dan urat-urat daun. Ibu tulang daun merupakan perpanjangan dari tangkai daun yang makin mengecil kearah pucuk. Lebar helaian daun 7-9 cm atau lebih sesuai varietasnya. Panjang daun antara 12-20  cm. Bangun daun berupa belah ketupathingga oval, bagian ujung daun tumpul, pangkal daun mruncing, dan sisi bertoreh. 

Bunga

Bunga terong merupakan bunga banci atau bunga berkelamin dua, dalam satu bunga terdapat alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin wanita (putik). Bunga seperti ini dinamakan bunga  lengkap. Perhiasan bunga yang dimiliki adalah kelopak bunga, mahkota bunga, dan tangkai bunga.

Buah

Buah terong merupakan buah sejati tuggal dan berdaging tebal, lunak, serta tidak akanpecah bila buah telah masak. Daging buah lunak dan berair. Daging buah ini merupakan bagian yang enak dimakan. 

 Biji


Biji-biji terdapat bebas dalam daging buah. Biji terong sangat mengkilap, berlendir, berbentuk bulat lonjong dan juga berwrna coklat hingga kehitaman.


Continue reading →

Budidaya Kacang Tanah

0 komentar


1. Persyaratan tumbuh
- Tumbuh baik pada ketinggian 0 - 500 m dpl
- Struktur tanah gembur dan drainase baik
- Keasaman (pH) tanah antara 6-6,5
- Dalam masa pertumbuhan memerlukan cahaya matahari yang cukup
- Tanaman yang masih muda memerlukan air cukup untuk pertumbuhan
dan setelah berumur 2,5 bulan kebutuhan akan air sudah mulai
berkurang.

2. Benih
Varietas unggul yang dianjurkan antara lain : Gajah, Macan, Banteng, Tapir, Kelinci dan Mahesa, varietas-varietas ini tahan terhadap penyakit layu, karat dan bercak daun. Varietas lainnya yang sangat digemari oleh para petani di NTB adalah varietas lokal setempat.
Benih tanaman kacang tanah yang digunakan responden adalah varietas lokal. Benih ini pada umumnya dipersiapkan oleh petani sendiri yaitu dengan membeli di pasar. Jumlah benih yang digunakan bervariasi sesuai dengan luas lahan. Adapun jumlah benih yang digunakan rata-rata 29,77 kg/petani atau sebesar 34,61 kg/ha dengan harga yang berlaku saat penelitian sebesar Rp.22.0000/kg. (Bahrun, 2015)
3. Penyiapan lahan
- Tarah diolah dengan cara bajak 1 kali dan digaru 1kali
- Buatlah saluran drainase berjarak 3 - 4 meter membujur searah dengan
barisan tanaman
- Lebar saluran 30 cm dan dalam 25 cm
Kacang tanah sebaiknya ditanam dalam larikan. Cara larikan bertujuan untuk mempermudah pemeliharaan tanaman, yang meliputi penyiangan gulma dan penyemprotan.
Pada tanah yang subur, benih ditanam dengan jarak 40 cm x 15 cm ata 30 cm x 20 cm. Pada tanah yang kurang subur, jarak tanam dapat dibuat lebih rapat, yakni 40 cm x 10 cm atau 20 cm x 20 cm. Lubang tanam dibuat dengan cara ditugal sedalam 3 cm. Tiap lubang diisi dengan 1 butir benih kacang, kemudian ditutup dengan tanah halus. (Mas Ad, 2016)
4. Waktu tanam
- Penanainan dilakukan segera setelah hujan turun cukup
- Perlu diupayakan supaya penanaman dilakukan serentak pada suatu
hamparan
5. Cara tanam
- Biji ditugalkan dengan kedalaman 3 cm
- Jarak tanam 40 x 1 0 cm (2 biji/Iubang)
- Benih diperlukan sekitar 70 kg biji/ha
6. Pemeliharaan
a. Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan dosis Urea 50 kg/ha, Sp-36 100 kg/ha,
dan KCL 50 kg/ha. Pupuk diberikan pada umur 10 - 15 hari setelah tanam
dengan cara disebarkan dalam larikan antara barisan. Semua pupuk
diberikan sekaligus. Pemupukan bisa juga dilakukan dengan cara disebar
merata keseluruh areal sebelum tanam, asalkan kondisi lahan dalam
keadaan lembab (macak-macak).
b. Penyiangan
Penyiangan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada umur 3 minggu dan umur 6 minggu setelah tanam (tergantung keadaan rumput).
c. Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama dan penyakit hendaknya menggunakan prinsip pengendalian hama terpadu. Hama yang sering menyerang tanaman kacang tanah adalah : pengerek daun (Stamopteryx subsecivella), pengisap daun (Empoasca) dan kutu daun (Tetranychus bimaculatus). Sedangkan penyakit yang sering menyerang antara lain: penyakit layu (bacterial wilt), bercak dawn (Leaf spot), sapu (Virus), mozaik (Mozaik disease), cendawan akar (Sclerotical disease) dan penyakit cendawan akar (Sclerotical blight)
Kacang tanah yang ditanam harus terpelihara dengan baik. Gulma dan tumbuhan pengganggu akan dapat mengurangi produksi tanaman kacang tanah apabila tanaman pengganggu tidak dikontrol atau disiangi dari tanaman utamanya. Penyiangan perlu dilakukan jika tanaman banyak ditumbuhi rumput atau gulma, penyiangan dilakukan 1 - 2 kali dalam satu musim tanam. Sedangkan pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan dilakukan. Hal ini dilakukan agar akar tanaman tidak keluar dari dalam tanah.
Hama yang biasa menyerang tanaman kacang tanah antara lain ulat korok (Stomapterix subsecivella) yang menyerang bagian tulang daun yang menyebabkan sekitar tulang daun dan menguningnya warna daun. Hama yang lain yaitu ulat grayak (Spodoptera litura ) yang menyerang bagian daun dan buah (polong). (Bahrun, 2015)
7. Panen
Tanaman kacang tanah bisa dipanen antara umur 100 - 110 hari, dengan tanda tanda : kulit polong mengeras dan berwarna kehitaman, polong berisi penuh, kulit biji tipis mengkilat dan tidak berair serta sebagian besar daun telah rontok.
Kacang tanah yang sudah siap panen, daunnya mulai menguning dan rontok. Penentuan waktu panen disesuaikan pula dengan jenis atau variet yang ditanam. Polong yang sudah tua memiliki kulit yang keras dengan biji yang bernas dan kulit biji yang tipis. Panen kacang tanah umumnya dilakukan secara manual yaitu denga mencabut tanaman. Cara panen tersebut meskipun memerlukan banyak tenaga dan waktu, namun mampu menghasilkan mutu biji yang lebih baik karena dapat terhindar dari kerusakan mekanis. (Mas Ad, 2016)

Continue reading →

Taksonomi dan Morfologi Kacang Tanah

0 komentar


Tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea, L.) merupakan tanaman yang berasal dari benua Amerika, khususnya dari daerah Brazilia (Amerika Selatan). Awalnya kacang tanah dibawa dan disebarkan ke benua Eropa, kemudian menyebar ke benua Asia sampai ke Indonesia (Purwono dan Purnamawati, 2007). Dalam dunia tumbuhan, tanaman kacang tanah diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Rosales
Famili : Papilionaceae
Genus : Arachis
Spesies : Arachis hypogaea, L.

Morfologi
a. Akar
Sistem perakaran kacang tanah mempunyai akar tunggang, namun akar
primernya tidak tumbuh secara dominan, yang berkembang adalah akar serabut,
yang merupakan akar sekunder. Akar kacang tanah dapat tumbuh sedalam 40 cm.
Pada akar tumbuh bintil akar atau nodul (Askari, 2012)

b. Batang
Tipe pertumbuhan batang kacang tanah ada yang tegak, ada yang menjalar.
Dari batang utama timbul cabang primer yang masing-masing dapat membentuk

cabang-cababng sekunder. Tipe tegak umumnya bercabang 3-6 cabang primer,
yang diikuti oleh cabang sekunder, tersier, dan ranting (Askari, 2012)

c. Daun
Kacang tanah berdaun majemuk bersirip genap, terdiri atas 4 anak daun,
dengan tangkai daun agak panjang. Helaian anak daun bertugas mendapatkan
cahaya matahari sebanyak-banyaknya. Pada masa akhir pertumbuhan, daun mulai
gugur dari bagian bawah tanaman (Suprapto, 1990).

d. Bunga
Bunga kacang tanah berwarna kuning orange mucul pada setiap ketiak
daun, mempunyai tangkai panjang yang berwarna putih. Mahkota bunga berwarna
kuning, pangkal bunga bergaris-garis merah atau merah tua (AAK, 1989).

e. Polong
Buah kacang tanah disebut polong setelah terjadinya pembuahan atau
bakal buah dan disebut juga dengan ginofora. Polong kacang tanah sangat
bervariasi ukurannya antara 1 cm x 0,5 cm dan 6 cm x 1,5 cm. Setiap polong
kacang tanah dapat berisi antara 1 biji – 5 biji (AAK, 1989).

f. Biji
Biji kacang tanah berbeda-beda, ada yang besar, sedang dan kecil
ukurannya. Warna kulit biji juga bermacam-macam, ada yang putih, merah
kesumba dan ungu tergantung juga pada varietas yang tertentu (Suprapto, 1990).
Continue reading →

OPTIMALISASI AMPAS TEKO (TEH-KOPI) SEBAGAI ALTERNATIF PEMENUHAN NUTRISI TANAMAN HIDROPONIK

0 komentar

Nizar Zulmi A., Mar’atus Khusniatur R., Deva Trisfiana A.
Universitas Muhammadiyah Gresik, Gresik
nizarzulmialhilal@gmail.com

ABSTRAK
Akhir-akhir ini lahan pertanian dan perkebunan mulai beralih fungsi
menjadi kawasan industri, perumahan dan gedung-gedung sehingga lahan
pertanian dan perkebunan menjadi berkurang. Salah satu cara untuk
mempertahankan aktivitas budidaya pertanian yaitu dengan meenerapkan sistem
pertanian berbasis hidroponik. Dimana hidroponik ini memiliki banyak
keunggulan yaitu dalam segi perawatan yang mudah dan penggunaan lahan yang
tidak memakan tempat. Hidroponik adalah sistem bercocok tanam tanpa tanah,
dalam hidroponik hanya dibutuhkan air yang ditambahkan nutrient sebagai
sumber makanan bagi tanaman (Irawan, 2003). keunggulan hidroponik yaitu dapat
dilakukan pada ruang atau tempat yang terbatas dan higienis, apabila dilakukan di
rumah kaca dapat diatur suhu dan kelembabannya, nutrien yang diberikan
digunakan secara efisien oleh tanaman, produksi tanaman lebih tinggi
dibandingkan menggunakan media tanam tanah biasa, kualitas tanaman yang
dihasilkan lebih bagus dan tidak kotor, tanaman memberikan hasil yang kontinu.
(Lingga, 2005). Rata-rata produksi sayur hidroponik permintaannya terus
meningkat setiap hari. Menurut beberapa hasil pengamatan peningkatan tersebut
bisa mencapai 10 sampai 20% setiap tahun. konsumen sayur pada saat ini
memperhatikan biological value atau nilai kesehatan dari produk. Sayur dari
produk hidroponik saat ini masih menggunakan pupuk kimia sintetik. Pada
kesempatan kali ini kami memaparkan alternatif nutrisi hidroponik secara organik.
Nutrisi organik yang kami gunakan yaitu ampas teh dan ampas kopi. Tujuan dari
penelitian ini yaitu memperoleh alternatif nutrisi organik pada teknologi
hidroponik. Ditemukannya nutrisi organik dari ampas teh dan ampas kopi sebagai
pengganti pupuk kimia pada budidaya hidroponik. Metode yang digunakan adalah
kajian literasi.

Kata kunci: ampas teh, ampas kopi, hidroponik
Continue reading →

Potensi Agen Hayati Spodoptera Litura Nuclear Polyherosis Virus (SlNPV) untuk Pengendalian Spodoptera Litura Fabricus

0 komentar

                Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus (SlNPV). SlNPV adalah salah satu jenis virus patogen yang memiliki potensi sebagai agen hayati dalam pengendalian larva S.litura Fabricius atau ulat grayak, karena virus ini bersifat spesifik, selektif dan efektif untuk hama-hama yang telah resisten terhadap insektisida dan aman terhadap lingkungan (Laoh dkk, 2003). Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa kerusakan akibat hama ulat grayak pada tanaman kedelai, kapas, pangan dan sayuran mampu ditekan sampai 100% setelah diaplikasikan virus SINPV. SINVP secara umum dapat diperoleh dengan cara in vivo, yaitu dengan menginfeksi larva inang atau diambil dari larva yang telah terinfeksi SlNPV lalu dapat diaplikasikan kembali. Dengan didapatkannya isolat SlNPV yang lebih efektif, maka dapat meningkatkan peluang SlNPV untuk dikembangkan sebagai bioinsektisida, sehingga ketergantungan terhadap insektisida sintetik dapat dikurangi dan masalah serangan larva S. litura Fabricius dapat diatasi secara berkelanjutan. Hal ini sesuai yang disampaikan oleh Laoh dkk (2003) bahwa pengendalian larva S. litura Fabricius sangat efektif dengan NPV karena sangat peka terhadap larva.
NPV merupakan salah satu anggota genus Baculovirus, famili Baculoviridae. Famili Baculoviridae terdiri atas nuclear polyhedrosis virus (NPV) dan granulosis virus (GV). Secara umum virus serangga dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu virus yang mempunyai Inclucion Body (IB) dan virus Non Inclusion Body (tanpa IB). Inclucion Body merupakan badan pembawa virus yang terbuat dari matrik protein, dan mempunyai bentuk seperti kristal tidak beraturan. Matrik inilah yang sering disebut polyhedral Inclusion body (PIB). PIB dapat dilihat dengan mikroskop biasa dan di dalam standarisasi PIB digunakan sebagai satuan menentukan konsentrasi dan dosis NPV pada pengendalian hayati. Bentuk polyhedra dapat berupa dodecahedra, kubus dan tidak beraturan. Diameter polyhedra berukuran 0,05-15,00 μm. Bentuk polyhedra tergantung pada jenis inang yang terinfeksi. Di dalam PIB terdapat bagian NPV yang bersifat mematikan serangga yaitu nukleokapsid yang terletak di dalam virion berbentuk tongkat berukuran panjang 336 μm dan berdiameter 62 μm. Virion dibungkus dalam satu membran disebut envelop, di dalam satu virion terdapat satu atau lebih nukleokapsid. Berdasarkan jumlah nukleokapsid, NPV dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu single nukleokapsid (SNPV) dan multi nukleokapsid (MNPV). Pada SNPV setiap envelop berisi satu nukleokapsid, sedangkan pada MNPV berisi lebih dari satu sampai 200 nukleokapsid. Pada umumnya SNPV mempunyai inang yang lebih spesifik dibandingkan dengan MNPV. NPV adalah nukleokapsid berbentuk batang yang mengandung untaian ganda asam dioksiribonukleat (DNA) yang panjang 250-400 nm dan lebar 40-70 nm (Lacey, 1997 ; Wikipedia, 2007 ; Biogen Online, 2007 ; Yin et al, 2003 ; Gong et al., 2004).
Virus ini dsDNa dengan rod-shape nukleocapsid. Famili Baculoviridae sangat penting di dalam program pengendalian hayati, oleh sebab itu studi tentang patogenisitas dan host spesifik dari baculoviridae sangat intensif. Famili ini sering menyerang Lepidoptera, Sawfly dan larva nyamuk. Berikut ini gambar struktur Baculovirus multicapsid nuclear polyhedrasis virus (Lacey, 1997 ; Wikipedia, 2007 ; Biogen Online, 2007 ; Yin et al, 2003 ; Gong et al., 2004).
NPV akan melakukan replikasi atau perbanyakan diri di dalam inti sel inang. NPV banyak menginfeksi serangga dan setiap spesies mempunyai spesifik spesies. NPV menginfeksi lebih dari 500 spesies. Lepidoptera adalah inang yang penting dari NPV, salah satu spesies dari ordo Lepidotera yang diinfeksi oleh NPV adalah larva S. litura Fabricius karena itu NPV yang menginfeksi S. litura Fabricius disebut SlNPV (Lacey, 1997 ; Wikipedia, 2007).
Partikel infektif dari virus atau virion ini dapat terbungkus oleh single SNPV atau multiple MNPV. Polyhedra dari NPV mengandung beberapa sampai banyak virion. NPV yang telah tertelan oleh inang, akan berreproduksi di dalam sel midgut, atau jaringan lain. Organ serangga yang terinfeksi terutama tubuh lemak, epidermis dan sel darah. Serangga yang terinfeksi umumnya akan mati setelah 5-12 hari sesudah infeksi tergantung pada dosis virus, temperatur dan stadia larva instar ketika terjadi infeksi. Seperti pada serangan cendawan, perilaku seperti summit diseases terjadi pada serangga yang terserang NPV. Serangga yang akan mati akan naik ke atas tanaman di mana mereka mati. Jutaan polyhedra yang terkandung pada cairan tubuh serangga yang mati dan pecah akan jatuh ke bawah dalam feeding zone (daun, sisa-sisa daun) yang mungkin akan termakan oleh ulat sehat yang lain (Lacey, 1997 ; Wikipedia, 2007 ; Biogen Online, 2007). Berikut ini gambar siklus hidup NPV dalam tubuh serangga.
NPV menginfeksi inang melalui dua tahap. Pada tahap pertama NPV menyerang usus tengah, kemudian pada tahap selanjutnya organ tubuh (hoemocoel) serta organ-organ tubuh yang lain. Pada infeksi selanjutnya NPV juga menyerang sel darah, trakea, hipodermis dan sel lemak. Polyhedra Inclusion Body dalam tubuh larva yang terserang ukuranya bervariasi tergantung pada perkembangan stadium larva, tetapi pada beberapa jenis NPV sebagian polyhedra memiliki ukuran dan stadium pematangan yang hampir sama (Bedjo, 2006 ; Biogen Online, 2007).
Gejala serangan SlNPV pada larva S. litura Fabricius akan terlihat setelah 1-3 hari SlNPV tertelan, PIB akan terurai oleh kondisi alkali dan kandungan bikarbonat di dalam perut larva. Di lapangan kematian larva S. litura Fabricius akibat infeksi SlNPV ditunjukkan dengan gejala tubuh larva menggantung dengan kedua kaki semu bagian abdomen menempel pada daun atau ranting tanaman berbentuk huruf “V” terbalik atau terkulai pada daun. Kamatian larva biasanya 3-7 hari setelah infeksi NPV.
Bioinsektisida SlNPV merupakan salah satu produk unggulan karena efektif terhadap larva S. litura Fabricius yang menyerang beberapa tanaman budidaya seperti kedelai tanaman pangan, industri, sayuran dan bawang merah. Bahan aktifnya adalah nuclear polyhedrosis virus, suatu patogen serangga dengan strain unggul asli Indonesia. Karena NPV merupakan strain unggul asli Indonesia bila dimanfaatkan tidak masalah dengan lingkungan biotik dan lingkungan abiotik Indonesia yang beriklim tropis (Biogen Online, 2007).
Pemanfaatan SlNPV sebagai agensia hayati pengendali hama merupakan salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan insektisida kimia. SlNPV bermanfaat dijadikan bioinsektisida karena memiliki beberapa sifat yang menguntungkan antara lain: (a) bersifat spesifik terhadap serangga sasaran sehingga aman bagi musuh alami, (b) persisten di alam sehinga tidak menimbulkan residu beracun, (c) efektif terhadap inang atau hama sasaran yang sudah resisten terhadap insektisida kimia, (d) kompatibel dengan komponen pengendalian hama lain, termasuk insektisida kimia (Biogen Online, 2007).

Continue reading →

Pentingnya Komunikasi Dalam Kehidupan Sebagai Wirausahawan

0 komentar

            Menurut Onong Uchjana Effendy komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media). Dalam arti lain Komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan(penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator.
Komunikasi dalam bisnis menjadi salah satu faktorpenting dalam keberhasilan sebuah bisnis. Dengan komunikasi yang baik, pebisnis bisa menjual produk yang dimiliki dengan lebih baik dan juga bisa menghindari terjadinya kesalahpahaman antar kedua belah pihak. Dalamkegiatan bisnis, seperti pemasaran pastinya membutuhkan komunikasi yang baik terutama kepada konsumen agar produk yang dimiliki bisa diterima sepenuhnya.Selain itu, dalam setiap iklan lowongan pekerjaanbiasanya ditemui syarat agar karyawan bisa berkomunikasi dengan baik. Dalam bisnis, ada dua jenis komunikasi yang harus Anda ketahui, yaitu:
a.       Komunikasi Horizontal Yaitu cara berkomunikasi yang tujuannya untuk menjalin hubungan baik antara atasan yang setingkat dan diwujudkan biasanya dengan mengadakan pertemuan secara berkala.
b.      Komunikasi VertikalYaitu proses penyampaian informasi dari atasan kepada bawahan atau dari bawahan kepada atasan.
Dari kondisi seperti itulah komunikasi bisnis sangat penting diterapkan kepada semua pelaku bisnis, baik sebagai atasan maupun bawahan. Selain itu, ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap komunikasi bisnis.
a.       Persepsi Setiap komunikator atau orang yang berbicara harus mampu melakukan prediksi bahwa apa yang disampaikan akan mudah diterima dengan jelas oleh komunikan atau orang yang mendengarkannya.
b.      Kredibilitas Dalam setiap komunikasi bisnis, komunikator harus bisa meyakinkan kepada komunikan sehingga terjalin kepercayaan antar keduanya.
c.       Kecocokan Dengan kecocokan, kedua belah pihak akan terjalin hubungan yang lebih baik dan menyenangkan, sehingga saat berkomunikasi menjadi merasa saling percaya dan nyaman.
d.      Ketepatan Sebelum berkomunikasi kepada komunikan, komunikator haruslah memiliki kerangka berpikir yang baik agar komunikasi nanti bisa terjalin dengan baik dan bisa disampaikan secara tepat.
e.       Pengendalian Pengendalian diri dalam komunikasi sangat penting, karena komunikasi adalah proses memberikan umpan balik atau tanggapan terhadap lawan bicara terhadap suatu ide.
Selain itu, saat komunikasi berlangsung agar selalu dilakukan pengendalian tentang maksud dan tujuan utama komunikasi bisa tetap terjaga. Dalam setiap komunikasi bisnis yang terjadi pastinya ada tujuan yang akan dicapai, berikut 3 tujuan utama komunikasi bisnis yang harus Anda ketahui:
a.       Memberikan Informasi Tujuan komunikasi bisnis yang pertama adalah memberikan informasi. Informasi yang disampaikan adalah informasi yang ada kaitannya dengan bisnis dan disampaikan dengan cara yang benar dan tepat. Contohnya, seorang direktur mencari kandidat untuk menjadi sekretaris baru dengan segala persyaratan yang harus dipenuhi dan dipasang di media cetak maupun online. Pemasangan iklan di media cetak danonlineinilah yang dinamakan memberikan informasi dalam bisnis, yaitu informasi untuk mencari sekretaris baru.
b.      Memberikan Persuasi Tujuan komunikasi yang kedua adalah memberikan persuasi. Persuasi adalah komunikasi yang digunakan dengan tujuan untuk meyakinkan dan memengaruhi orang lain. Dalam komunikasi bisnis, persuasi banyak dilakukan terutama pada hal yang ada hubungannya dengan negosiasi bisnis.
c.       Melakukan Kerjasama Tujuan yang terakhir dalam komunikasi bisnis adalah melakukan kerja sama antar kedua belah pihak. Dengan melakukan kerja sama yang baik antar kedua belah pihak, maka untuk bisa mencapai keberhasilan dalam bisnis menjadi lebih mudah. Komunikasi dalam bisnis memang penting diterapkan dengan baik, sehingga lebih mudah dalam mencapai keberhasilan bisnis. Jika memang dirasa Anda kurang bisa berkomunikasi dengan baik, maka lebih baik Anda mulai belajar mengasah diri agar pandai dalam berkomunikasi.

Continue reading →

Taksonomi dan Morfologi Buah Naga

0 komentar

Dalam sistematika atau taksonomi tanaman buah naga merah diklasifikasikan sebagai berikut
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Cactales
Famili : Cactaceae
Subfamily : Hylocereanea
Genus : Hylocereus
Species : Hylocereus costaricensis (Web.) Britton and Rose


1. Akar
Perakaran buah naga bersifat epifit, merambat dan menempel pada tanaman lain. Dalam pembudidayaannya, dibuat tiang penopang untuk merambatkan batang tanaman buah naga ini.
2. Batang dan cabang
Batang buah naga merah berwarna hijau terang berbeda dengan tanaman buah naga putih yang batangnya berwarna hijau kebiruan (Tim Karya Tani Mandiri, 2010). Batang tersebut berbentuk siku atau segitiga dan mengandung air dalam bentuk lendir dan berlapiskan lilin bila sudah dewasa.
3. Bunga
Bunga buah naga umumnya muncul dari bagian atas duri pada batang tanaman. Berbentuk corong memanjang berukuran sekitar 30 cm dan lebar lebih dari 20 cm ketika bunga mekar. Bunga buah naga berkelamin ganda (biseksual) dan berumah satu (monoecious) (Tim Karya Tani Mandiri, 2010).
4. Buah
Buah naga merah berbentuk bulat lonjong dan umumnya terletak pada ujung cabang atau batang. Kulitnya berwarna merah, dan terdapat sirip atau jumbai yang berwarna hijau seperti sisik naga berukuran sekitar 2 cm. Ukuran buah naga merah lebih kecil bila dibandingkan dengan buah naga putih yaitu sekitar 300-800 gr
5. Biji
Biji buah naga berbentuk bulat berukuran kecil dan berwarna hitam, kulit biji sangat tipis tetapi keras. Biji ini dapat digunakan untuk perbanyakan tanaman secara generatif tetapi cara ini jarang dilakukan karena memerlukan waktu yang lama sampai berproduksi. Setiap tanaman mengandung lebih dari 100 biji

Continue reading →